Thursday, August 2, 2018

Menjadi Manusia yang Open Minded

Hallo..
Postingan kali ini masih dalam rangka Nice Home Work dari kelas Matrikulasi IIP batch 6 yang sedang saya jalani. Tema kali ini adalah tentang materi Adab Menuntut Ilmu yang tempi hari di diskusikan dan menjadikan tema tsb sebagai tema NHW saya kali ini.

🌵 Pertanyaannya, ilmu apa yang akan saya pilih di universitas kehidupan ini?

Awalnya saya bingung dengan pertannyaan ini, karen terlalu luas cakupannya. Setelah merenung.. akhirnya saya memutuskan untuk mendalami ilmu "open minded".

🌵 Alasannya..
Akhir2 ini pemikiran manusia jadi lebih mudah terbaca lewat sosial media bahkan kepribadian seseorang dapat kita simpulkan dari sosial media. Bagi saya yang berlatarbelakang psikologi memang kurang valid ya untuk menyimpulkan kepribadian atau sifat seseorang lewat sosial media tapi oleh keterbatasan jarak dan waktu mau tidak mau banyak hal yang dapat kita temui di sosial media. Saya berkenalan dengan beberapa orang lewat sosial media, saya menyambung silaturahim dengan beberapa teman saya lewat sosial media dan semua memang jadi lebih mudah jadi, menilai seseorang lewat sosial mediannya memang jauh lebih mudah, bukan?

Bahkan ada beberapa perusahaan yang menilai calon pegawai yang inin di rekrut lewat sosial medianya. Yeah.. sosial media memang benar2 memudahkan. Bahkan di tempat kerja saya terdahulu ada divisi social media specialist. Dan sekarang bahkan saya bisa mendapat pemasukan lewat sosial media. What a life ya.. modal wi-fi gratisan di sudut cafe juga kita bisa ngobrol panjang lebar dan ngerjain ini itu lewat sosial media kan?

Tapi, dibalik itu tentu ada dampak kan? Salahsatunya setiap orang bisa speak up, setiap orang bebas menyuarakan pendapatnya, bebas menyimpukan pendapat seseorang, bebas untuk menyebarkan banyak info di sosial media. Padahal sebagai pembaca yang memiliki persepsi sendiri bisa saja kita jadi salah mengartikan. Karena persepsi sendiri bebas dan tiap orang memiliki persepsinya sendiri kan. Sementara persepsi yang berkembang terlalu luas dan pemikiran yang kurang terbuka dapat membuat kita menilai seseorang dengan negatif, mudah meng-judge dan mudah marah terhadap penilaian orang lain. Jadi, saya berharap bisa memahami ilmu ini dengan benar sehingga dapat mengamalkan dan menebar manfaat pada orang2 terdekat saya.

🌵 Strateginya gimana?
Dengan banyak baca!
Pernah baca artikel bahwa manfaat membaca buku itu bikin kita lebih open minded. Dan dengan banyak bergaul dengan berbagai macam manusia. Yup, so far baru kepikiran 2 ide itu. Kalo ada yg mau nambahin monggo share di kolom komen yaaa... feel free to sharing~

🌵 hubungan dengan adab menuntut ilmunya gimana?
Karena dalam hal ini guru saya adalah orang2 yang saya temui nanti, maka saya akan lebih belajar mengen orang teraebut secara langsung dan tidak hanya personal saja. Lalu sesuai dengan adab menuntut ilmi bahwa belajarlah dari sumber yang valid, saya akan berusaha menyaring2 bahan bacaan agar lebih valid dan relevan informasinya dan lebih 'berbobot'

Sekian nice homework saya kali ini,sampai ketemu lg di sharing2 berikutnay.

Nama : Shinta Riva Buana
Matrikulasi IIP batch 6 Bandung

Wednesday, July 25, 2018

Trial Google Classroom with IIP

Yay, akhirnya join juga sama kelas matrikulasi IIP batch 6 regional Bandung dan I'm so excited!
Materi malam ini adalah pengenalan Google classroom, dan alhamdulillah baru saja download.

Pertama kali masuk google classrom sempat bingung tapi berkat video tutorial dari IIP akhirnya paham. Alhamdulillah..
Rasanya senang sekali ada media seperti google classroom ini, dan to be honest saya baru. Karna fitur dari google ini belajar secara eLearning jadi lebih mudah. Apalagi Ibu rumah tangga sepertu saya yang masih ingin belajar tapi medianya terbatas dengan metode elearning seperti ini sya bisa belajar dimana saja dan kapan saja.

Dan menurut saya, kenapa IIP menggunakan tools seperti ini, yaitu untuk memudahkan berinteraksi antara fasilitator dan peserta matrikulasi. Serta memudahkan penilaian tugas dan juga submit materi pelajaran tanpa harus kesulitan untuk mengecek inbox chat atau scroll terlalu jauh karena materi tenggelam diantara message yg masuk seperti di whatsapp.

Sekian review singkat sebagai NHW saya tentang google class romm

Sunday, April 22, 2018

Kisah Yuki dan para clodi

Hallo..
Selamat hari bumi!
Semoga Bumi kita senantiasa terjaga dari pencemaran dan selalu leatari.


Entah sejak kapan saya mulai aware sama hal-hal beginian. Mungkin sejak SMP atau SMA waktu saya mulai sering baca buku tentang Bumi. I'm not activist btw.. saya cuma sedikit care aja. Saya nggak pernah ikut organisasi mapala atau aktivis lingkungan hidup. But l'm trying to better person dan i wish Yuki juga melakukan hal yang sama bahkan lebih dari saya. Dan yang sekarang saya lakukan bersama Yuki untuk ikut menjadi bagian kecil "menjaga Bumi" adalah menggunakan Clodi.
Saya berkenalan dengan Clodi sekitar 2013, saat itu teman sekantor saya Samantha lagi hamil dan she's clodi lover. Kalo ditanya "mau kado apa untuk lahiran" pasti di jawab "Clodi" karena duduknya juga deket saya jadi setiap dia lagi online shopping clodi suka cerita ke saya karena saya orangnya easy to excited for something new sana jadi suka ikutan nimbrung dan sesskali ikutan browsing, dan watu itu saya berharal kalo punya anak nanti mau di pakein clodi. Padahal waktu itu rencana nikah aja belum ada 

Niat saya waktu itu karena idealisme, klo pake pospak ntr daur ulang sampahnya susah ntar saya jadi bagian pencemar lingkungan dong. Waktu itu angan-angannya anak saya kelak harus jadi manusia yang go green. Hahahaha soal go green ini karena saya orangnya suka agak lebai dikit saya pernah random beli hand lotion dari the body shop limited edition karena klo kita beli produk tersebut kita menyumbang untuk kampanye reboisasi gitu hahahhahaaa. Tp saya suka sih konsep gogreenya TBS 

Long story short, saya menikah dan hamil Yuki. Shoping list saya yg utama tentunya clodi dong. Saya baca banyak bgt review clodi dan ternyata harga clodi perpcs itu little bit pricey ya. Saya harus mengeluarkan dana jutaan utk clodi doang. Karena selain gogreen tentunya saya juga berharap punya clodi dengan kualitas bagus kan. Jadi harapan punya clodi segambreng mulai menyusut terpentok dana. Winwin solutionnya saya pakai clodi dengan merk lokal dengan range harga <200k/pcs dengan konsekuensi daya serap yang mungkin bertahan 3-5 jam saja. Agar saya tetap mempunya koleksi clodi yang cukup karena memang cuaca di bandung yang cenderung hujan bikin clodi bisa kering setelah 2 hari. Dan dari yang saya tau clodi import merk burberry, charlie banana dll yang dibandrol bisa sampai 350k/pcs mempunyai daya serap samapi 12 jam (*CMIIW) waktu itu harapan saya punya clodi minimal 20 pcs.
Terus yang paling penting yang bikin saya khilap sama clodi itu motifnya, yaaAllah lucu bangeeetbangeeet deh. ❤❤❤❤
selanjutnya karena idealisme saya yang 'go green' ini saya berharap nantinya Yuki pakai popok kain saja sampai waktu yang tepat dia pakai clodi, karena saya nggak beli clodi untuk new born. Jadi saya beli banyak popok kain.

Akhirnya saya melahirkan saat libur lebaran, teoat 3 hari sebelum lebaran dan waktu itu Bandung lagi musim kemarau dan air di tempat saya tinggal lagi surut banget lah. Ditambah karena lagi libur lebaran ART yang biasa bantu2 juga lagi libur panjang kebayang dong kalo tetep harus pake popok kain akhirnya setelah pulang dari RS berbekal pampers dari RS saya dan yuki mulai menjadi pemakai pospak. Idealisme yang luntur karena keadan hahahha.

Setelah pakai pospak saya baru sadar ternyata pakai clodi itu bener-bener bisa menghemat ya. Waktu itu saya jadi iseng buat itung2an.
Note : Yuki pakai pospak pampers premium care size S/M. Let's say harganya 2000-2300/pcs (karena saya cari yang diskonan).
Dalam sehari, Yuki bisa pakai 6-7 pcs. Dalam sehari menghabiskan 12000. Sebulan sekitar Rp.360000. Wih bisa beli 1 clodi merk burberry yeeekaan 
Setahun udah berapa juta. Iya kalo pake size yang sama terus kan. Anak tumbuh badanya dan semakin besar size pospak semakin mahal pula harganya. Hiks

Akhirnya mulai umur 2 bulan sesekali Yuki mulai dipakein Clodi. Sampai pas usia 3 bulan Yuki mulai pake Clodi selama siang, dan untuk malam saya tetep pakein pospak biar nggak ngeganggu jam tidur Yuki karena harus ganti clodi.
Asumsinya pakai clodi itu lebih murah kan? Setelah saya pakai clodi definisi murah itu jadi relatif karena treatment clodi itu cukup berbeda.

 Nyuci Clodi itu ada detergent khusus well bisa sih pakai detergent bayi biasa. Saya pake sleek atau pure dan nyucinya harus dipisah sama baju karena clodi itu sangat menyerap bau pesing. Salah2 cuci malah baju lain jadi pesing.

 nyuci clodi nggak bisa di mesin cuci demi memperpanjang umur clodi. Katanya bisa pake laundry net sih tp saya kurang percaya. Dan klo mau ikutin care instruction dengan detail cara menjemurpun nggak bisa asal dan nggak noleh langsung terkena matahari hahahhahaa ribet ya?

 setiap habis pup, clodi harus dicuci bersih minimal bebas noda pup deh. Tapi as you know, pup bayi itu nempel banget dan kadang bayi nggak bisa diajak kompromi untuk ditinggal lama jadi emang kurang praktis yah..

 clodi dengan insert mircofiber bisa bikin bau pesing banget apalagi klo pipis bayi lagi banyak belum 3 jam juga udah pesing jadi harus sering ganti and its means.. nambah cucian hahahaa.

 clodi harus di prewash agar daya serapnya maksimal. Nggak cuma sekali. Untuk bahan bamboo harus 6x prewash! Dan tial beberpa bulan harus di stripping. Caranya dg mendiankan selama semalam di air bersih agar daya serapnya kembali normal karena clodi yang menyerap sabun terlalu banyak daya serapnya bisa berkurang.

Dengan kekurangan yang segambreng apa penggunaan clodi masih dianggap murah? No buat saya. Clodi itu penuh effort. Apa saya jadinya berpaling dari clodi? BIG NO, we still using clodi because we care ya walaupun malem masih pake pospak .

Bagi saya nggak apa2 deh ribet dikit yang penting ada rasa puas dalam diri saya bisa membantu sedikit meringankan limbah pospak. Saya nggak anti pospak kok toh saya juga pakai. Selain itu ada hal nyata yang bisa saya ajarkan untuk Yuki untuk peduli sama Lingkungan alam. Semoga suatu saat nanti Yuki bisa melakukan hal yang lebih besar dari yang saya lakukan.

Wednesday, October 25, 2017

Jangan Ada Bullying diantara Kita



Kata bullying memangbukan kata yang asing di telinga kita, karena belakangan ini sedang marak kasus bullying yang mulai diberitakan media. Bahkan kata bully yang merupakan kependekan dari bullying sering dijadikan bahan jokes. Akan tetapi, apakah kita sebenarnya sudah paham betul akan makna bullying itu sendiri? Ataukah tanpa sadar kita sendiri merupakan salah satu pelaku atau korban bullying?
Menurut KPAI, kata bullying didefinisikan sebagai berikut :


“Kekerasan fisik atau psikologis jangka panjang yang dilakukan seseorang atau berkelompok terhadap seseorang yang tidak mampu mempertahankan diri.”

Bentuk bullying dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu berupa fisik seperti memukul, verbal seperti memfitnah, dan teror mental seperti memandang sinis.Sehingga dengan pengertian yang telalu luas ini dapat menyebabkan banyak orang secara tidak sadar telah menjadi bagian dari pelaku ataupun korban bullying. Bullying sendiri banyak di alami oleh kalangan anak hingga remaja. Berdasarkan data KPAI, 25% Dari total pengaduan di bidang pendidikan adalah kasus bullying dan yang mendudukiperingkat teratas pengaduan adalah bullying di lingkungan pendidikan. Fakta tersebut dapat menjadi penegasan bahwa tindakan bullying masih lolos dari pengawasan guru di sekolah.

Efek jangka pendek dari dampak bullying bagi korban adalah merasa terancam atau setidaknya merasa tidak nyaman dan tidak bahagia dan dampak jangka panjang yang dirasakan oleh korban bullying dapat berpengaruh sampai 40 tahun kedepan. Menurut sebuah artikel yang di terbitkan oleh BBC, individu yang mengalami bullying memiliki resiko tinggi untuk mengalami depresi dan kecemasan dan kemungkinan memiliki kualitas hidup yang lebih rendah pada usia 50 Tahun.

Sering kali korban bullying hanya diam dan pasrah jika mendapati diri mereka menjadi bagian tindakan bullying. Hal ini terjadi karena umumnya seorang korban bullying berada di posisi yang lebih lemah sehingga mudah terintimidasi dan merasa dirinya terancam jika mengungkap aksi yang di terimanya. Sementara, jika aksi bullying tidak terungkap maka selamanya korban akan mendapatkan efek traumatis dan pelaku bullying tidak mendapatkan efek jera. Hal ini seperti mata rantai yang akan terus berputar dan harus ada yang memutusnya.

Ketua LPSK mengungkapkan bahwa  kekerasan yang terjadi di lingkungan pendidikan, kasusnya harus dilakukan secara sungguh-sungguh. Sungguh-sungguh disini memiliki arti kasus itu tidak hanya diselesaikan secara kekeluargaan saja, tetapi juga dibutuhkan suatu proses penegakan hokum sehingga di masa depan tidak lagi terjadi kasus bullying. Kepada semua pihak terkait, khususnya di lingkungan lembaga pendidikan dimaksud, harus mampu bertanggung jawab dan lebih peduli dengan apa yang  terjadi di sekitarnya. Jadi dengan demikian mata rantai tindakan bullying dapat terputus.
Lalu,bagaimana dengan korban yang lebih sering diam ketika menjadi sasaran bullying?
Alangkah baiknya apabila pihak pendidik member support untuk melindungi korban sehingga tidak ada dendam diantara pelaku bullying dan korban bullying. Pihak keluarga jugamemiliki kewajiban untuk mengedukasi anak agar mau terbuka jika ada hal-hal terjadi pada mereka.

Bila kasus Bullying dilaporkan lebih awal tentunya kejadian yang menimbulkan jatuhnya korban jiwa dapat dicegah. Karena kejadian kekerasan di lingkungan sekolah sudah berulang kali terjadi. Selain diperlukan kepekaan dari tenaga pendidik, bagi para siswa juga diminta tidak takut melaporkan potensi kekerasan di sekolahnya

Karena diam bukanlah sebuah pilihan dan tidak menyelesikan permasalahan!


Sumber:
http://www.bbc.com/indonesia/majalah/2014/04/140418_pendidikan_bullying
http://www.kpai.go.id/berita/kpai-kasus-bullying-dan-pendidikan-karakter/
https://www.lpsk.go.id/berita/berita_detail/2549
https://www.lpsk.go.id/berita/berita_detail/2536
http://journal.uinjkt.ac.id/index.php/SOSIO-FITK : Analis Faktor-faktor Penyebab Bullying

Sunday, October 15, 2017

Balada Jasa Titip


Saya adalah tipikal orang yang suka wondering hal-hal remeh lalu di diskusikan sama suami. Suami saya nangkepin aja lagi, mungkin buat menghibur istrinya sih but i apreciate it.
Salah satu hal yang sering saya omongin itu tentang pekerjaan yang dulunya nggak pernah kebayang malah sekarang jadi populer dan menjanjikan. Ada banyaaak kayak selebgram, youtuber atau jasa titip. Dulu mana ada sih orang yang kepikiran kerjaan tersebut menghasilkan uang boro2 menghasilkan uang, kepikiran ada kerjaan kayak gitu aja nggak. Tapi sekarang jangan remehkan penghasilan mereka lho.
Kali ini saya mau bahas soal jasa titip.

Dahulu kala saya suka bingung sama orang yang nyediain jasa titip. Kalo jasa titip keluar negri masih makes sense laah karena nggak semua orang bisa keluar negri dan emang barang branded di luar negri biasanya lebih murah karena biaya bea cukai di indonesia agak tinggi. Jadi, kalo ada jasa titip barang2 branded dari luar negri masih di maklumi laah. Naah kalo jasa titip buat barang2 sale di mall? Apalagi buat yang tinggal di jakarta. Hmm..
Terus klo mau nitip kan biasanya nggak pake tarif ya hahhahahaa.

Sebelum nikah saya tinggal di cibubur (coret) dan kalo ada sale di mall tertentu atau event di jakarta dan sekitarnya pasti langsung saya jambangin, karena akses kendaraan di jakarta kan gampang dan biasanya brand-brand besar udah punya cabang di kota-kota besar di indonesia. Let say, hnm. Dulu ada temen Saya yang sampe bela-belain ke singapur untuk dapetin baju bermerek ini. Dan benar aja pas opening storenya di gandaria city. Udah dibanjirin lautan manusia dan saya kebetulan lagi ada di sana HAHAHAHA sampe2 yang mau belanja harus gantian masuk dan dibatasin. 2 lantai storenya penuuuh abis. Klo saya nemu fotonya nanti saya share.
Waktu itu kayaknya jasa titip belum populer jadi banyak orang yang bela2in dateng. Tapi sekarang udah banyak cabangnya.

Pengalaman saya dan jasa titip itu pas temen saya buka jasa titip untuk baju bayi mothercare. Saya yang waktu itu belum nikah dan liat postingannya di instagram cuma cengo aja "ada gitu yang mau? Kan mothercare udah banyak di mall" dan dugaan saya salah dong, yang ngerespon postingannya banyak banget!

Waktu big bad wolf 2017 kemarin saya dateng dengan keadaan hamil 7 bulan. Temen saya ada yang nyarain daripada ribet mending pake jasa titip aja. Saya sempat liat-liat beberapa jasa titip di instagram, tarif jasanya mulai 5rb per buku sampai ada yang kasih tarif 100rb utk per buku. Caranya juga macam2, ada yang live shoping di grup whatsapp atau line, ada yang upload di feed instagram atau ada juga yang membelanjakan buku yang kita udah list. Terus metode pembayarannya juga ada yang deposit untuk bisa join grup atau transfer langsung baru di belanjain. Cukup menarik dan memudahkan tapi saya ma