Tuesday, September 2, 2014

Review buku suka2 saya : sabtu bersama bapak by adhitya mulya

Diantara kampretnya kerjaan gue waktu bulan puasa kemarin, gue menyempatkan diri membaca buku sabtu bersama bapak. So addict to read kang adit's book. You should try to read this one.

Buku ini meneritakan 2 tokoh utama ; satya dan cakra. Dua orang lelaki dewasa anak dari Pak Gunawan.

Semenjak sepeninggalnya Pak Gunawan ketika kedua anaknya masih bocah, ia dan istrinya bu Itje berharap agar Satya dan Cakra tidak kehilangan sosok Ayah dalam diri mereka. Akhirnya Pak Gunawan berinisiatif membuat sebuah video rekaman berisikan petuah dan nasehat dalam menjalani kehidupan yang akan Ibu itje berikan setiap sabtu sore.

Seiring berjalannya waktu Satya dan cakra tumbuh menjadi sosok yang amat bertolak belakang. Satya yang sudah berkeluarga dan bekerja pada sebuah oil and gas company di luar negri tumbuh menjadi sosok ayah yang temperamen, galak dan pemarah. Sementara sang adil, cakra yang diusianya ke 29 masih sibuk memeikirkan karirnya sebagai deputy direktur di sebuah bank swasta ketimbang pasangan hidup dan mideran.

Satya yang temperamen selalu menyalahkan istrinya ketika anak2nya gagal menjawab soal matematika yang ia tanyakan dan selalu saja ada kritikan pedas yang ia lonrkan pada istrinya setiap makan malam di rumah. Ketika rumah tangganya diambang kehancuran akhirnya ia teringat dengan video-video bapak dan petuah-petuahnya bagaimana menjadi seorang suami dan ayah yang baik.

Sementra Cakra tengah sibuk menggebet ayu -teman sekantorny- hasil dari perjodohan orang tuanya.

Sebenernya masih panjang lagi ceritanya, dan ini salah satu recomended book versi shinta. Kenapa??? Disini banyak banget pesan moral yang di berikan. Banyak banget hikmah yang bisa di ambil dari cerita sederhana bagaimana cakra dan satya menjalani kehidupan. Cocok banget di baca untuk kaum dewasa awal kayak gue yang masih menye-menye dalam menjalani kehidupan ini dan tentunya buku ala kang adit selalu di kemas dengan gaya bahasa humoris jadi amat sangat cocok di baca sebelum tidur.
Kesan-kesan gue baa buku ini adalah.. Im in love with satya and his little fam. Suka banget tehnik parenting yang mereka terapin.suka banget sama pola asuh bu itje..suka banget sama cakra yang setia dan jadi atasan yg baik. Over all ini buku bagus :p

Sekian review suka-suka ala nta 😘😘

Wednesday, May 21, 2014

Personal note : im back

Its been a while since i can not menage my time. Hampir tiap hari pulang larut dg alasan main tanpa melakuan sesuatu yg lebih berguna selain ketawa.
Well i know aku salah.
I do miss my friends. Miss my project with safee and utet. I do miss ngabisin waktu di kamar sambil baca buku atau ngerjain TPA. I do miss jogging pas wiken. I do miss my old life dimana semua planing berjalan lancar.

Baca ulang things to do list 2014, masih banyak yg pending. Just like anomali dan drama beberapa bulan belakangan.and here im. Im back and really ready buat lanjutin semuanya. Life well nta, do something more usefull..


Things to do before i die pt.1

One of Things to do before i die. 
Dateng kesini, camping di sini dan nikmatin sunrise di sini.

Ranukumbolo, semeru
Photo taken by : fiersa besari

Saturday, March 15, 2014

Mantra patronus

Terinspirasi dari blogpost raditya dika.

Mantra Patronus adalah Mantra dari Serial Harry Potter yang tujuannya untuk mengusir Dementor.
caranya, dengan membayangkan hal-hal yang bahagia.
as you know, Dementor adalah mahluk penyerap kebahagiaan.

sebagai manusia yang pernah ngefans sama Harry Potter, saya juga punya mantra patronus versi saya sendiri. ketika "Dementor" nyerang...dan tada~

- Duduk di rooftop fakultas psikologi uin jakarta jam 4-6 sore sambil ngeliatin langit.
- makan mie ramen yang nggak pedes *sumpah di margo city ada mie ramen yang nggak pedes*
- Baca buku bagus sampe ketawa, nangis, senyum dan binggung sendiri kenapa gue kayak orang gila.
- dengerin lagu Stupido ritmo dan Sementara-nya Float di balkon kamar.
- berbagi mimpi sama pacar (its my fav thing in a relationship)
- nulis apa aja, termasuk yang sekarang gue lakuin. nulis postingan di blog.
- ngeliatin ulang foto-foto jaman dulu terus nginget-nginget how the story behind.
- Dvdan film bagus di kamar.
- lari pagi di taman komplek ke arah matahari terbit.
- naek motor ngelewatin TB Simatupang sambil ngobrol ngalur ngidul.
- duduk di sky dinning plaza semanggi bangku paling pojok sambil ngeliatin lampu kelap-kelip di gedung-gedung sebrang.
- macet-macetan pagi hari di toll jagorawi sambil ngobrol agak berat soal today issue sama mama dan papa,
- macet-macetan di Jagorawi sampe mati gaya di mobil dan berakhir sama nyanyi nggak jelas sama papa.
- Lost in town sambil ribet baca peta dan berakhir ketawa.

Oke ini mantra patronus gue. Mantra patronus kalian apa?

Wednesday, February 19, 2014

Count on me

Diana berdiri diantara atusan kendaraan bermotor yang lalulalang di jalanan Jakarta. matahari yang meninggi menunjukan bahwa jam maka siang sudah di mulai. ia berkali-kali menggoyangkan sebuah smartphone di tangannya ke arah langit berharap sebuah signal nyasar terdampar ke handphonenya dan dapat menunjukan keberadaannya sekarang dengan GPS yang tersabung di handphonenya. sepuluh menit berlalu, signal di handphonenya masih saja setia menunjukan SOS.

"Duh, telat deh gue!" gerutunya pada diri sendiri. sesekali ia melihat jam tangan yang melingkar di tangan kirinya. satu jam lagi ia harus menghadiri sebuah konfrensi komunitas pecinta lingkungan yang tengah ia garap bersama sahabatnya, Bodan.

Diana yang memiliki spasial rendah dan pengetahuan yang buruk terhadap angkutan umum di jakarta akhinya harus menerima nasip sialnya. ia salah meaiki angkutan umum dan diturunkan sepihak oleh supir angkot yang ditumpanginya di sebuah tempat atah beratah. beberapa kali ia telah berusaha menghubung Bondan, sementara Bondan sudah biasa terjebak degan keadaan seperti ini hanya menanggapinya dengan santai "Kirim lokasi lo, jangan peri kemana-mana. nanti gue jemput" begitu katanya via chatbox.

"pak, kalau mau ke Sudiman jauh ya?" tanya Diana pada seorang pedagang asongan.

"Jauhlah neng, inikan di Ciputat!" kata pedagang asongan itu sambil tertawa.

Dianamengerutkan kening dan mulai menganalisis, bagaimana bisa ia yang bertepat tinggal di Blok A jakarta selatan bisa salah naik angkot dan terdampat di Ciputat yang notabebe sekarang sudah memasuki wilayah tangerang - banten. semakin ia berfikir semakin ia panik. dan mulai rutinitasnya kembali untuk mencari signal.

"Halo?Gue di Ciputat. cepetan kesini. gue udah nggak tau caranya pulang" rengek Diana begitu telepon tersabung.

"Iya bentar, gue lagi on the way kesaa" jawab Bondan. "Balik bada coba, gue kayaknya liat lo" lanjutnya setelah beberapa meit mendengarkan cerita Diana tersesat sampai ke tangerang.

"Bondan!! you save my life!" Diana setengah berteriak begitu masuk kedalam mobil Bondan.

Bondan hanya tersenum sinis "Mana pacar lo yang katanya kayak google itu?"

"Rey?" Diana meyakinkan, seoalah pacarnya lebih dari satu "dia emang google, tapi bukan google map kayak lo yang selalu bisa nemuin gue dimana aja" jawab Diana sambil nyengir kuda. ia tau betul, Bondan sedang menyindir pacarnya. Bondan emang sensi banget deh kalau sama Rey.

"hpffuuff" Bondan menghela nafas sambil terus konsentrasi mengemudikan kendaraanya.

"Percaya deh, lo itusahabat gue. mau ada seribu Rey yang selalu bisa jawab ertanyaan gue, gue tetep butuh lo buat nemuin gue bahkan disaat gue down. thanks yang Dan, you're the best i ever had" Jelas Diana tulus dan nyaris berkaca-kaca. dia emang paling gampang melow kalau sudah urusan tentang persahabatannya dengan Bondan yang sudah terjalin semenjak Sekolah dasar.

"Yeaah" Jawab Bondan sekenanya.

"Sekarang lo masih mau anter gue ke Sudirman kan?" tanya Diana hati-hati.

"udah dikasih hati, minta jantung pula" gerutu Bondan.

"Gue traktir Tiramisu deh"

Bondan terdiam tanpa sedikipun memalingkan mukanya pada Diana yang sudah memadanginya bagai aak kucing penuh harapan.

Perlahan lagu dari Bruno Mars mengalun dari speaker mobil Bondan.
If you ever find yourself stuck in the middle of the sea
I'll sail the world to find you
If you ever find yourself lost in the dark and you can't see
I'll be the light to guide you

Find out what we're made of
When we are called to help our friends in need

"thank youuuu Bondan" teriak Diana begitu lagu itu melantun dan memeluk lenga sebelah kiri sahabatnya.

diikut sertakan dalam #FF2in1 @nulisbuku