Wednesday, December 11, 2013

elegi kala hujan


semilir angin menghembuskan luka. Kita menelusuri jalan sore itu, menatap senja diantara tangisan gerimis. Kau memeluku erat sambil berucap “maafkan aku” lirih suaramu membuyarkan segala amarah. 

Aku membalas pelukanmu, seolah waktu akan berputar lebih cepat dan enggan jarak memisahkan kita. Aku lelaki, tak mungkin terlihat lemah olehmu. Aku pria yang akan selalu melindungimu, bagaimana terlihat begitu rapuh atas kepergianmu? Tapi semesta telah berkonspirasi. Hujan di bulan desember kala itu mewakili segala kepingan air mataku.

Senja berlalu, geremis akan berubah mejadi pelangi. Seperti sebuah elegi.  “Pada saatnya nanti kau akan tersenyum memandangi hari ini” begitu pesanmu kala itu.

diikut sertakan pada #F2in1

Wednesday, December 4, 2013

klarifikasi : Summer sunshine

Dear Reaers..


setelah postingan sebelumnya "Summer Sunshine - a prologue" banyak yang nanya "itu cerpen ya?" atau "lo lagi galau terus curhat colongan ya?" dan banyak pertanyaan lain. well, sebenernya Summer sunshine adalah judul draft novel yang sedang aku kerjain.

as you know, nyelesein sebuah novel adalah satu diantara sekian banyak 'list to do before i die'

draft yang idenya udah ada sejak awal tahun lalu dan baru sempet di kerjain beberapa bulan lalu. lalu kenapa di posting di blog ini? iseng sih, cuma mau tau respon soal tulisan aja :D kalau dalam istilah marketing, aku lagi ngelakuin 'market research' kali yah..

jadi, setelah postingan itu melahirkan ide untuk memposting beberapa cuplikan/kilasan cerita summer sunshine secara rutin. kenapa? biar jadi remainder aja biar saya nggak males nulis dan baca buku lagi. biar nggak keenakan nge-scroll timeline twitter mulu ;p

anyway, terimakasih banyak atas segala masukan dan review untuk postingan summer sunshine - a prologue. semoga kedepannya aku bisa nulis lebih rajin bisa nulis lebih baik daaaan cepet-cepet selesein novelnya.

see you..


Shinta

Sunday, December 1, 2013

Summer Sunshine -- a Prologue



ada yang tak sempat tergambarkan oleh kata ketika kita berdua.
hanya aku yang bisa bertanya, mungkinkah kau tau jawabnya?
malam jadi saksinya, kita berdua kita berdua diantara kata yang tak terucap
berharap waktu membawa keberanian untuk datang membawa jawaban.
mungkinkah kita,
ada kesempatan ucapkan janji tak kan berpisah selamanya..
(Berdua saja - Payung Teduh)

sebuah lagu dari payung teduh menghiasi headset yang tersambung pada sebuah handphone. sebuah pesan baru saja masuk kedalam inbox dan sudah ke sekiankali aku mebacanya. tidakah ini hanya sebuah mimpi? tanyaku dalam hati. Bagaimana bisa seorang yang tetlah mengenalku selama setahun itu tiba-tiba membelokan mimpi kami dan membangun miminya sendiri.

Aku kesal! aku marah! bagaimana bisa ia yang telah mengimingi surga kini meberi sebuah neraka?

sekali lagi aku membuka mataku, memandangi langit-langit kamar yang mulai usang. diluar sana mungkin bertabur bintang tapi mendung menyelimuti segala pandangan. pandanganku tersamar, air mataku meluap bagai air bah. aku menjerit pada gurun pasir tapi hanya hembusan angin utara yang menyaut.  

aku lelah! aku lelah dengan mimpi kita. ucapnya suatu ketika di pertemua terakhir kami. bagaimaa bisa bisa mimpi-mimpi yang telah tergantung begitu tinggi tiba-tiba dibiarkan teracuhkan? bagaimana sebuah perjalanan harus berhenti dan berputar kelain arah?

aku berjalan ditengah telaga, tenggelam dengan setumpuk kenangan yang akan terkubur didalamnya. aku berlari melintasi waktu yang terus mengikatku sampai segalanya akan berakhir dalam sebuah nama "Masa lalu"


Summer Sunshine -- a Prologue.
Story written by Shinta Buana.


Photo taken by Diky
Edited by Shinta Buana
Model Bani and Dyni
Photo Taken on Parang Teritis - Jogjakarta (2010)

Tuesday, November 5, 2013

Music by Float

Gue termasuk manusa yang moodnya bisa di manipulasi sama musik. dulu gue juga pernah baca beberapa jurnal psikologi kalo musik emang bisa jadi salah satu faktor yang mempengaruhi keadaan sebuah mood. oke, kali ini gue ngga mau ngebahas yang ilmiah-ilmiah :p

banyak yang bilang selera musik gue agak anti-mainstreem. ketika bayak orang suka sama band-band yang lagi ngehits, dateng ke concert band terkenal.. gue lebih suka dengerin lagu-lagu indie. Beberapa yang jadi favorite gue adalah payung teduh, Jodi in the morning parade, Adhitya sofyan dan Float.

dan kali ini gue mau bahas yang terakhir. Float. mungkin ngga banyak yang tau soal Float. FYI, Float adalah band yang lagu-lagunya dijadikan soundtrack uttuk film 3 hari untuk selamanya dari Riri Riza. menuut gue (sebagai orang awam) musik-usik float itu asik, bikin tenang dan liriknya bermakna. konsep musik yang cihui ini yang biin gue jatuh cinta sama beberapa lagunya.

salah satu lagu favotite gue adalah Sementara. Lagu yang ngasih pesan kalau kita harus kuat menghadapi segala cobaan yang mungkin meruntuhkan hati *tsaah* oke, ini lagu galau! tapi cukup bikin gue tenang waktu gue lagi down. waktu gue mau nyerah sama semua mimpi-mimpi gue, lagu ini yang ngasih semangat gue untuk bangkit. isinya semacam nasehat kalau even its hard you should fighting!

"percayalah hati, lebih dari ini pernah kita lalui.tak akan lagi kita jauh melangkah..nikmatilah lara. utuk sementara" (Sementara by Float)

dan yang unik lagi, band ini selain suka nge-jam di cafe-cafe, suka juga ngadain concert yang disebut Float2Nature konsep concert di alam terbuka dan sambil jalan-jalan ini seru banget! terakhir yang gue baca mereka conser di dataran tinggi dieng!!.


well, yang tertarik bisa langsung klik-klik link yang ada di postingan ini. atau langsung follow twitter band yang kece ini disini

dan, selamat bergembira dengan lagu-lagu Float. see you on next post~

Thursday, September 26, 2013

Review : karmila by Marga T

tomorrow gonna be big day,may be...besok gue presentasi dan ada mmeting sama buyer tapi gue malah ngga bisa tidr dan berfikiran random. well, beberapa harilalu gue sempet nulis sebuah review di google book dari buku Marga T - Karmila yang udah 8 kali gue baca selama 2 minggu belakangan. bisa di bilang hampir setiap hari gue baca buku ini. Novel jadul yang udah gue cri sejak setaun yang lalu. duu sekitar 98an ada sinetronya dan baru beberapa hari lalu juga gue tau ternyata taun 78an pernah di bikin Filmnya dengan judul 'dr.kamila' gue sempet nonton beberapa part di youtube. bagus sih (untuk jaman itu) cuma gue bosen sediri nontonnya gara-gara streaming yang berlebihan dan kualitas gambar plus pengambilan gambarnya kurang asik (kenapa gue jadi kayak pengamat film profesional gini)

well..let find review below. Semoga bermanfaat;

penampakan cover Karmila karya Marga T


Buku ini amat sangat menarik. dalam waktu 2 minggu saya sudah membacanya 7 kali dan never bored to read this book!
buku ini terdiri dari 2 bagian. bagian pertama bercerita tentang awal perkenalan
Karmila dan feisal di sebuah pesta gila yang berakhir mala petaka bagi Karmia. minumannya di beri obat bius oleh Feisal dan dierkosanya Karmila. beberapa bulan kemudian Karmila yang mahasiswa kedokteran dan sudah memiliki tunangan, Edo seorang Arsitek yang bekerja di Australia harus merelakan semua impiannya untuk menikah dengan Fesisal demi anak yang di kandungnya, Fani.
Hubungan diantara mereka hanya sebatas hubungan demi fani, sampai akhirnya ketika Karmila hendak menyusul tunangannya ke Australia, ia mendapati dirinya bahwa ia sangat mencintai Fani dan Feisal.
Bagian kedua bercerita tentang rumah tanggal Karmila dan Feisal. Rumah tangga yang awalnya dimulai atas keterpaksaan akhirnya menimbulan cinta diantara mereka. selahirnya anak kedua mereka, Tasia polemik hubungan karmila dan feisal mulai rumit. kecemburuan Karmila terhadap sikap Feisal yang dianggapnya terlalu cuek dan tidak mencintainya dan kedatangan kembali Edo, mantan tunangannya yang masih mengharapkannya. Karmila terjebak oleh sebuah pilihan. setia terhadap pasangan dan keluarga yang amat di cintainya atau kembali mengejar cinta lamanya yang dulu sempat terhempas.
Bahasa yang sebenrnya agak baku utuk saya yang lahir di awal tahun 90an tapi cukup sederhana. penggambaran alur cerita yang jelas dan hidup, setiap karakter dalam buku berkembang mengingan cerita Karmila ini menceritakan kehidupannya selama hampir 10 tahun belakangan.
belum pernah saya jadi manusia yang kerajinan membaca novel sampai lebih dari lima kali dalam waktu seminggu.
Most recommended book! buat generasi 90an, jangan takut..walaupun bahasanya agak-agak asing dengan istilah 'slank' yang berbeda. tapi masih bisa dicerna dengan baik.

 

well, gue masih  ngumpulin beberaa novel jadul nih, any recommendation? rencananya mau nyari badai pasti berlalu by Marga T dan seandainya bisa memilih by Mira W. gue juga agak heran, kenapa gue jadi suka novel jadul gini.huhuuhuu.